11 Tantangan Digital Marketer dan Cara Mengatasinya

Tantangan digital marketer bisa sangat memacu adrenalin dan meningkatkan hormon kortisol.

Sebelumnya saya pernah spill sedikit di artikel tentang pekerjaan digital marketer. Saya juga berikan gambaran tentang keseharian digital marketer.

Lalu apa saja yang menjadi tantangan digital marketer dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ini saya coba jabarkan biar kita tetap sama-sama kuat menghadapi kenyataan ini (asek).

Tantangan Digital Marketer

Harus Terus Update

Digital marketing adalah dunia yang sangat dinamis. Cepat sekali perkembangannya. Selalu saja ada hal yang baru, platform baru, tren baru.

Agar tidak ketinggalan maka harus selalu update.

Memang berat mengatur waktu bekerja dan belajar, tapi kita bisa mencoba meluangkan waktu untuk belajar dan tetap mengikuti update dan best practicenya.

Cara lain yang menyenangkan bisa dengan join komunitas, karena biasanya kita bisa dapat update dari komunitas.

Persaingan yang Semakin Sengit

Beberapa rekan saya yang sudah jauh pengalaman bertahun-tahun bermain di digital marketing sempat mengeluhkan hal ini.

“Ngiklan jaman dulu sama sekarang beda rasanya, dulu murah banget lho, sekarang makin kesini makin susah”, katanya.

Saya sendiri belum bisa merasakan bedanya karena secara saya baru kemarin sore terjun di bidang ini.

Tapi benar juga, dulu yang pakai digital marketing pastinya tidak sebanyak sekarang. Jadi wajar saja jika persaingannya akan semakin besar.

Untuk mengatasi hal ini kita harus semakin jeli memahami kebutuhan audiens kita dan menjadi beda di antara kompetitor-kompetitor kita.

Budget yang Terbatas

Ini sepertinya masalah yang cukup sering dihadapi digital marketer.

Kadang kita dituntut achieve target tinggi, tapi ternyata budget mepet.

Kadang kita mau testing, ternyata budgetnya gak ada.

Solusinya kita bisa mengoptimalkan budget yang ada dan pegang selalu history data.

Targeting yang Salah

Salah targeting bisa mengakibatkan campaign yang kita jalankan tidak efektif, yang ada boncos (dan dimarahi klien/ atasan).

Maka dari itu sangat penting untuk mengenal lebih jauh audiens kita.

Riset dan testing akan membantu kita menemukan target audiens yang pas.

Kualitas Konten yang Tidak Oke

Kualitas konten akan berpengaruh terhadap reputasi sebuah brand.

Hal ini juga bisa berimbas pada result campaign yang dihasilkan.

Untuk mengatasinya kita bisa coba tengok konten kompetitor, coba ATM (amati tiru modifikasi) dan sering-sering testing sampai menemukan formula konten yang sip.

Perubahan Behaviour Audiens

Perubahan behaviour audiens adalah salah satu yang tidak bisa dihindarkan.

Contohnya seperti sekarang orang lebih suka konten story telling yang engaging, TikTok menangkap dengan baik sinyal ini dengan short videonya, kemudian IG dan YouTube kepanasan dan mulai mengadopsi short video di platform mereka.

Kita tidak bisa mengontrol audiens, Yang bisa kita lakukan adalah segera tanggap.

Tantangan Digital Marketer yang Paling Serem: Issue Keamanan

Digital marketing sangat riskan dengan potensi terkena retas atau hack.

Pengalaman di perusahaan tempat saya bekerja tiba-tiba ada iklan judi bola, ternyata ulah hacker :’)

Teman ex kantor saya malah punya pengalaman yang lebih kejam, sampai-sampai akunnya tersuspend permanen.

Solusinya sering-sering ganti password, pakai verifikasi 2 langkah, jangan sering-sering ganti koneksi atau sembarang pakai wifi di tempat umum, jangan sembarangan membuka dan meninggalkan laptop.

Kebijakan dan Peraturan Beriklan

Belum lama ini ada kebijakan yang menyatakan bahwa pengguna iOS 14 dilindungi dengan ketat datanya, artinya sulit bagi advertiser untuk menargetkan iOS 14. Jelas ini menjadi tantangan digital marketer.

Masing-masing platform iklan seperti yang kita ketahui juga memiliki kebijakannya sendiri. Contohnya Meta yang mengatur kebijakan dalam Advertising Standard dan dan TikTok melalui TikTok Advertising Policies.

Selain melarang beberapa produk, mereka juga mengatur etika promo, pembuatan ad creative sampai landing page.

Ketika kita mengabaikan hal ini maka mereka akan dengan mudah mensuspend akun kita.

Maka dari itu kita perlu kembali mereview kebijakan dan peraturan beriklan. Dan pastikan campaign yang kita jalankan sudah sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Banyak yang harus dibaca, cukup menantang bukan?

Waktu yang Terbatas

Untuk mengelola banyak channel tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Mengelola artinya dimulai dari mempersiapkan, menjalankan, menganalisa, mengevaluasi, repeat. Effortnya banyak.

Solusinya bisa dengan menggunakan alat otomasi seperti Rules di Meta Ads dan Google Ads, atau menggunakan planer dan menggunakan tools yang memudahkan pekerjaan kita. Terakhir adalah dengan mengatur skala prioritas.

Kehabisan Ide

Tantangan digital marketer adalah bagaimana agar konten dan iklan selalu perform, maka butuh ide yang tidak boleh habis.

Tapi yang namanya manusia pasti ada saja mentok sessionnya, ada saja stucknya.

Oleh karena itu digital marketer memang perlu sering refreshing (bukan alasan cuti), artinya tidak melulu kerja saja.

Coba take a break, scrolling sosial media, nontoh film, nongki sama temen komunitas, atau coba merenung di WC (katanya works sih).

Karena ide bisa datang dari mana saja, jadi maka cobalah jemput ide.

Oiya sekarang juga banyak tools AI yang bisa kita manfaatkan, bisa jadi solusi juga!

Ketergantungan pada Platform Tertentu

Karena digital marketing bermain di platform ‘orang’, maka otomatis digital marketer akan bergantung pada ‘orang’ tersebut.

Coba kita telisik. Facebook, Instagram, TikTok, Google, Twitter dan lainnya adalah platform. Dan kita ibaratnya ‘menumpang’ di platform itu.

Bayangkan jika tiba-tiba ada sesuatu yang tidak diingankan pada platform tersebut terjadi.

Pernah kejadian Instagram, Facebook, WA eror. Imbasnya gak bisa ngiklan, gak bisa jualan, gak bisa menghubungi customer.

Kita tidak bisa diam saja, bisnis harus tetap berjalan.

Maka solusinya adalah bermain multi platform, jaga-jaga biar kalau ada salah satu yang eror kita masih punya backup.

Kesimpulan

Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa digital marketer dapat mengatasi tantangan yang dihadapinya dengan tetap update informasi, riset, selalu siap dengan plan B dan selalu beradaptasi dengan perkembangan industri.

Ada yang mau menambahkan lagi? Yuk tulis di kolom komentar ^^

 

 

 

 

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *