7 Tips Dapat Kerja Sebelum Lulus RevoU

Dapat kerja sebelum lulus RevoU? Sangat mungkin!

Setelah week 8 di RevoU terlewati, saya punya bekal portfolio untuk melamar kerja sebagai Paid Ads Specialist sebangsanya.

Dari portfolio itu akhirnya saya bisa dapat 2 offering, yang pertama intern di agency dan yang kedua fulltime di salah satu perusahaan percetakan di Jogja.

Bahkan salah satunya saya dapatkan sebelum lulus RevoU faculty!

“Thanks RevoU tugas-tugasmu yang menyiksa mengantarkanku dapat kerja sebelum lulus!”

FYI saya sebar lamaran tidak lebih dari 10 perusahaan pada saat itu karena saya masih sibuk berkutat dengan assignments (you know lah).

Alhamdulillah dari sekian (sedikit) lamaran yang saya sebar bisa mengantarkan saya mendapatkan pekerjaan sebelum lulus RevoU.

Kali ini saya akan berbagi tips untuk student RevoU (atau bootcamp lainnya) dari A sampai Z sampai dapat pekerjaan pertama hingga mengantarkan offering-offering lainnya.

All Out Selama Group Project Demi Dapat Kerja Sebelum Lulus

Karena senjata a.k.a portfolio yang saya gunakan semuanya berasal dari group project, jadi sangat wajib untuk terlibat penuh dalam group project.

Saat group project kita memang diminta membagi masing-masing anggota tim ke dalam roles yang ada: project leader, performance, creative dan technical.

Tapi, pastikan kita terlibat dalam semua pengerjaan agar kita benar-benar tau jeroan-jeroan pekerjaan kita di group project.

Saat itu tim saya sepakat bahwa roles itu hanya sebagai formalitas, selebihnya semuanya kami kerjakan bersama.

Jika tidak bisa berkontribusi minimal temani begadang biar mudeng 🙂

Menyusun Portfolio dari Group Project

Yang saya lampirkan pada saat itu adalah hasil dari project Facebook Ads, Google Ads dan Landing Page.

Menurut saya hasil dari 3 project tersebut cukup untuk melamar posisi Paid Ads Specialist.

Selebihnya saya melampirkan portfolio tentang sosial media dan content creation yang saya dapatkan dari volunteer dan membantu bisnis teman. Saya rasa ini hanya sebagai pendukung saja tidak wajib untuk melamar posisi Paid Ads Specialist.

Berikut ini saya lampirkan portfolio utama saya dari group project selama 8 weeks di RevoU yang saya gunakan untuk melamar pekerjaan saat itu.

Saya harus buka email lamaran saya dulu untuk cari dokumennya, karena kalau sekarang portfolio saya sudah update jadi kurang relevan kalau saya bagikan ke teman-teman student. Here we go!

Bagian Pembuka

Halaman Judul Portfolio Kristi Kartika
Contoh Halaman Judul Portfolio

Untuk bagian pembuka ini terdiri dari 1) halaman judul, 2) about, 3) educational background, 4) project and experience dan 5) skill yang dimiliki.

Untuk part ini sudah banyak contoh bertebaran di LinkedIn yang lebih bagus dari saya jadi saya tidak share semuanya di sini ya hehe.

Coba search saja di LinkedIn dengan kata kunci “portfolio digital marketing revou” atau “portfolio revou” atau “portfolio digital marketing” pasti muncul banyak hasilnya yang bisa dijadikan referensi.

Project Facebook Ads

Facebook Ads Group Project Kristi Kartika
Contoh Hasil Project Facebook Ads

Untuk poin yang dituliskan basic saja, pada halaman ini harus memuat goals, scope dan result.

Saya sempat ceritakan sebelumnya di artikel tentang tips menjadi best student Revou kalau group saya pada saat itu sama sekali tidak menang group project.

Bahkan hasilnya bisa dibilang sangat tidak bagus, jumlah leads yang didapatkan tidak banyak, cost per result mahal. Maka tidak saya tuliskan di sini.

Tapi kebetulan saat itu di hari terakhir kami mendapat keajaiban bisa menurunkan cost per result hampir setengahnya jadi masih ada yang bisa dibanggakan :’)

Untuk bagian scope jelas ya, itu lah kenapa sebelumnya saya sarankan agar terlibat penuh dalam group project. Biar portfolionya gak bohong hehe.

Lalu untuk goals juga jelas yaa!

Project Google Ads

Google Ads Group Project Kristi Kartika
Contoh Hasil Project Google Ads

Lagi, seperti yang saya ceritakan sebelumnya project kami sangat jauh dari ekspektasi. Jadi PR-nya adalah bagaimana hasil kerja kami tetap bisa jadi portfolio yang menarik.

Idealnya seharusnya saya juga menuliskan goals, scope dan result. Tapi sebisa mungkin saya tidak menuliskan lebih dari 1 halaman untuk setiap projectnya.

Dan berhubung di project ini kami menemui banyak kendala (bahkan sejak hari pertama) sehingga kami tidak berhasil mendapatkan leads sama sekali.

Maka yang saya bisa tuliskan di sini adalah usaha yang kami lakukan dan key learning yang kami peroleh dari project ini.

Selama group project pasti tidak selalu mulus jalannya, tapi pastikan kita selalu bisa mengambil pelajaran dari yang kita lakukan. Ini akan menjadi poin tambahan di mata rekruter dan user.

Project Pembuatan Landing Page

Landing Page Group Project Kristi Kartika
Contoh Hasil Project Pembuatan Landing Page

Nah untuk bagian project landing page ini agak berbeda. Di sini saya tidak menuliskan result melainkan strategic concepts yang kami gunakan dalam menyusun landing page ini.

Bagian Penutup

Pada bagian penutup ini saya (dan orang-orang) menuliskan kontak yang terdiri dari nomor HP, email dan akun LinkedIn.

Teman-teman juga bisa menambahkan akun sosial media teman-teman dan blog jika ada.

Yang pasti HR dan user bisa menghubungi kita dengan mudah.

Do’s and Dont’s di Portfolio

Contoh yang saya lampirkan sebelumnya adalah 100% hasil dari group project (milik kami), jadi saya dan teman-teman group project saya berhak atas data-data tersebut sehingga kami bebas menuliskannya di portfolio.

Namun jika kita mengerjakan project klien maka kita harus lebih berhati-hati ketika menyusun portfolio.

Karena sampai kapanpun data-datanya adalah milik klien dan kita tidak berhak menyebarkan datanya.

Data ini sifatnya confidential, sangat sensitif dan bisa merugikan klien jika sampai tersebar.

Maka jika kita mengerjakan project klien perhatikan hal berikut:

Jangan menampilkan screenshoot dashboard

Pasti hambar kalau tidak ada gambar di portfolio, tapi kita tidak boleh memperlihatkan dashboard klien. Solusinya adalah cukup dengan menampilkan ads preview saja. Contoh paling ideal ada di contoh hasil project Facebook Ads di atas.

Jangan menampilkan strategi

Kalau ini saya rasa sudah jelas. Perusahaan manapun tidak ingin dapurnya dilihat orang lain, terlebih kompetitor. Jadi jangan sekali-kali menampilkan bidding strategy, pake CBO atau ABO, targetting dll yang sifatnya strategical. Cukup tulis scope kita saja.

Jangan mencantumkan cost

Kenapa cost juga tidak boleh ditampilkan? karena cost adalah bagian dari strategi.

Jangan mencantumkan hasil exact

Pada bagian result jangan menyebutkan angka pasti seperti jumlah leads, impression, reach dll instead of prosentase kenaikan dan penurunan hasilnya saja.

Persiapan Dokumen Pendukung

Hal wajib yang harus dipersiapkan selain portfolio adalah CV dan cover letter. Itu tok saja.

Dulu waktu saya masih freshgrad saya lampirkan semua dari fc KTP, KK, NPWP, SKCK. Ternyata kalau hanya untuk melamar ke swasta itu semua tidak perlu, huhu menyesal.

Untuk tips menulis CV dan cover letter sepertinya sudah banyak berseliweran bagus-bagus, jadi saya rasa saya tidak perlu share lagi hehe.

Apply Pekerjaan

Tahap ini adalah game of number, gunakan prinsip peluang. Semakin banyak apply perusahaan maka akan semakin banyak peluang mendapat panggilan wawancara, semakin banyak panggilan wawancara maka akan semakin besar peluang mendapatkan pekerjaan.

Jujur saya tidak apply banyak-banyak, waktu itu mikirnya kalau bisa one shoot saja. Karena setelah saya belajar di RevoU saya jadi lebih confident untuk menjual skill saya. Berbeda sekali saat saya baru wisuda dulu yang asal tebar CV karena tidak tau mau kerja apa dan mau menjual skill apa, pokoknya kalau ada lowongan untuk semua jurusan saya pasti hajar :’)

Hunting Job

Tentu saja karena saya ingin segera dapat kerja sebelum lulus maka hunting job ini sudah saya lakukan jauh-jauh hari. Sebelumnya saya menyusun portfolio, kegiatan hunting ini sebatas untuk mencari informasi saja kira-kira apa saja yang dibutuhkan untuk melengkapi kualifikasi pekerjaan yang saya inginkan.

Saat itu saya hanya mengandalkan 2 platform saja untuk mencari lowongan pekerjaan, Glints dan LinkedIn.

Menurut saya 2 platform tersebut cukup simple dan komplit, cukup ketik kata kunci saja di kolom pencarian dan kita juga bisa filter lowongan sesuai dengan yang kita butuhkan.

Selain dengan fitur pencarian tersebut, kita juga bisa menuju ke halaman perusahaan yang kita inginkan dan cek lowongan yang tersedia.

Tapi tidak ada salahnya teman-teman mencoba hunting lewat sosmed dan job portal lain karena goalsnya di sini adalah menemukan lowongan yang sesuai dengan yang kita inginkan.

Mengirimkan Lamaran Pekerjaan

Kalau di Glints cukup dengan klik button “Lamar Cepat”, sedangkan di LinkedIn tombol “Easy Apply”.

Bagaimana kalau harus kirim via email?

Kebetulan dulu saya memperoleh info lowongan kerja dari halaman perusahaan di LinkedIn jadi saat itu saya harus mengirimkan aplikasi melalui email.

Tips Mengirim Lamaran Kerja via Email

Personalisasi. Sesuaikan cover letter, CV dan portfolio dengan pekerjaan yang dipilih. Biasanya saya rombak berdasarkan kualifikasi dan pengalaman yang diminta, tentu saja disesuaikan dengan kita ya jangan mengada-ngada. Semacam dicocok-cocokkan bahasanya, istilah-istilahnya, bahkan kalau bisa sebut nama HR-nya. Ini lah yang membuat saya gak banyak sebar lamaran, PR-nya jadi banyak.

Body email tidak boleh kosong. Body email biasanya saya isi dengan cover letter. Oiya untuk cover letter ini juga saya lampirkan di attachment.

Attachment jadi satu. Untuk attachment biasanya saya hanya melampirkan cover letter, CV dan portfolio yang saya gabungkan dalam 1 pdf. Hal ini untuk memudahkan rekruter, bayangkan kalau dipisah satu-satu, otomatis rekruter juga harus download satu-satu. Repot kan?

Interview Kerja

Saya tidak bisa share banyak karena jujur pengalaman interview saya sedikit sekali, sekitar 10 saja sejak saya lulus S1 alias selama 5 tahun terakhir.

Yang pasti setiap perkenalan saya biasanya hafalan, selebihnya mengalir.

Kemudian biasanya akan ditanya tentang pengalaman. Inilah pentingnya terlibat penuh saat group project, supaya bisa cas cis cus.

Oiya untuk tips dan trik menjawab pertanyaan seputar interview teman-teman bisa follow akun Instagram Dinar The HR, di situ banyak dishare dan penjelasannya lengkap.

Aktif di LinkedIn

Mencari kerja tidak melulu harus menjemput bola, be visible maka peluang akan datang dengan sendirinya.

Aktif di LinkedIn tidak melulu harus posting setiap waktu. Tapi kalau mau rajin nulis itu lebih bagus. Bisa mulai dari request connection, kemudian send a message. Kenalan.

Kalau malu kenalan duluan, coba sering-sering kasih like sama komentar di postingan-postingan orang. Hal itu bisa meningkatkan visibilitas kita.

Karena lama-lama orang akan penasaran ini siapa sih like mulu komen mulu hahaha. Jadi pastikan berikan komentar yang positif yaa.

“Aktif di LinkedIn ini banyak manfaatnya,

Dulu saya lakukan buat jualan cover mobil”

Sekarang saya lakukan buat naikin traffic blog saya hahahah.

Terima kasih sudah mampir!

Semoga teman-teman juga bisa dapat kerja sebelum lulus RevoU, Aamiin.

 

 

 

 

 

 

 

 

3 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *