Mendapatkan pelanggan baru adalah salah satu pekerjaan yang tidak pernah benar-benar selesai dalam sebuah bisnis. Hari ini ada pelanggan yang membeli, besok kita perlu mencari orang lain yang mungkin membutuhkan produk atau layanan yang sama.

Pertanyaannya, harus mulai dari mana?

Sebenarnya, ada banyak cara mendapatkan leads tanpa harus mengeluarkan anggaran besar. Namun, bukan berarti semua cara perlu dicoba sekaligus. Menurut saya, bisnis kecil justru perlu lebih selektif dalam memilih kanal pemasaran agar waktu dan tenaga yang dikeluarkan tidak sia-sia.

Di artikel ini, kita akan membahas enam cara yang bisa dicoba, bagaimana menyaring calon pelanggan, hingga rencana sederhana untuk menjalankannya selama 30 hari.

Tentukan Dulu Siapa yang Kita Cari

Sebelum sibuk membuat konten atau menghubungi calon pelanggan, coba jawab tiga pertanyaan berikut:

  1. Siapa orang yang paling mungkin membutuhkan produk atau layanan kita?
  2. Masalah apa yang sedang mereka hadapi?
  3. Di mana biasanya mereka mencari solusi?

Misalnya, pemilik katering rumahan mungkin ingin menjangkau karyawan kantor yang membutuhkan makan siang praktis. Berbeda dengan penyedia jasa desain interior yang perlu menjangkau pemilik rumah atau properti.

Kalau masih bingung, bisa baca panduan menentukan target market dan membuat customer persona.

Pilih Cara yang Sesuai Tipe Bisnis

Tidak semua bisnis perlu mengandalkan Instagram Ads atau membuat website sejak awal. Coba sesuaikan dengan karakteristik pelanggan kita.

Ini hanya kerangka awal. Kita bisa menyesuaikannya dengan kebiasaan calon pelanggan dan sumber daya yang tersedia.

6 Cara Mendapatkan Leads yang Bisa Dimulai Minggu Ini

1. Rapikan Google Business Profile

Punya usaha yang melayani pelanggan di lokasi tertentu? Pastikan bisnismu mudah ditemukan melalui Google.

Lengkapi Google Business Profile dengan alamat, jam operasional, kategori bisnis, nomor kontak, foto produk, dan layanan. Jangan lupa meminta ulasan dari pelanggan yang sudah menggunakan jasa kita.

Bagi bisnis lokal seperti salon, laundry, atau katering, informasi ini bisa menjadi titik awal bagi calon pelanggan yang sedang mencari layanan di sekitar mereka.

2. Jadikan WhatsApp sebagai Pintu Masuk Utama

Di Indonesia, WhatsApp menjadi salah satu kanal komunikasi yang praktis untuk bisnis dan pelanggan.

Pasang tautan WhatsApp di bio Instagram, website, dan profil Google. Kalau menggunakan WhatsApp Business, manfaatkan fitur pesan sambutan otomatis dan balasan cepat untuk pertanyaan yang sering muncul.

Misalnya, pemilik katering bisa menyiapkan jawaban mengenai daftar menu, harga paket, minimum pemesanan, dan biaya pengiriman.

Tujuannya sederhana: memudahkan orang bertanya tanpa membuat kita harus mengetik jawaban yang sama berulang kali.

3. Minta Referral secara Sengaja

Pelanggan yang puas bisa menjadi sumber calon pelanggan berikutnya. Namun, jangan hanya menunggu mereka merekomendasikan bisnis kita secara sukarela.

Coba minta referral setelah transaksi selesai dan pelanggan memberikan respons positif.

Contohnya:

“Terima kasih sudah menggunakan layanan kami! Kalau ada teman atau keluarga yang sedang membutuhkan katering, boleh banget rekomendasikan kami, ya.”

Kita juga bisa memberikan apresiasi sederhana, seperti diskon untuk transaksi berikutnya. Tidak harus selalu berupa potongan harga besar.

4. Buat Konten dari Pertanyaan Pelanggan

Kadang kita terlalu sibuk mencari ide konten sampai lupa bahwa calon pelanggan sebenarnya sudah memberikan banyak ide melalui pertanyaan mereka.

Coba kumpulkan lima pertanyaan yang paling sering masuk melalui WhatsApp atau DM.

Jika pelanggan salon sering bertanya tentang perawatan rambut untuk rambut rusak, jadikan topik tersebut sebagai konten edukasi.

Selain menjawab kebutuhan calon pelanggan, konten seperti ini juga membantu membangun kepercayaan sebelum mereka memutuskan untuk menghubungi bisnis kita.

5. Tawarkan Sesuatu yang Kecil dan Spesifik

Tidak semua calon pelanggan siap langsung membeli. Kita bisa menawarkan langkah awal yang lebih ringan, seperti estimasi biaya, sampel produk, atau konsultasi gratis selama 15 menit.

Namun, hati-hati dengan giveaway atau kupon yang terlalu sering diberikan. Jangan sampai orang datang hanya karena tertarik hadiahnya, bukan karena membutuhkan produk kita.

Pilih penawaran yang memang relevan dengan kebutuhan calon pelanggan.

6. Hubungi Calon Pelanggan secara Langsung

Kalau sudah mengetahui siapa target pelanggan kita, tidak ada salahnya mengambil inisiatif untuk menghubungi mereka.

Misalnya, penyedia jasa desain interior bisa mulai membangun koneksi melalui komunitas properti, kenalan, atau LinkedIn.

Saya pernah bekerja di inbound sales, kemudian beralih ke pekerjaan yang melibatkan prospecting dan pendekatan outbound. Ada perbedaan menarik yang saya rasakan: ketika menangani inbound, pertanyaan datang kepada kita. Sementara dalam outbound, kita harus lebih dulu mencari tahu siapa yang perlu dihubungi dan alasan mengapa layanan kita mungkin relevan bagi mereka.

Jadi, jangan asal mengirim pesan promosi. Pastikan orang yang kita hubungi memang memiliki kemungkinan membutuhkan layanan tersebut.

Cara Menyaring Leads agar Tidak Buang Waktu

Setelah mulai mendapatkan pertanyaan, jangan buru-buru menganggap semuanya sebagai peluang penjualan.

Coba pahami tiga hal ketika pertama kali berkomunikasi:

  • Kebutuhan: Apa yang sedang mereka cari?
  • Waktu: Kapan produk atau layanan dibutuhkan?
  • Anggaran: Apakah sudah memiliki kisaran biaya?

Kalau ternyata kebutuhan mereka belum sesuai dengan layanan kita, tidak perlu memaksakan penjualan. Sampaikan dengan sopan bahwa bisnis kita belum bisa memfasilitasi kebutuhan tersebut.

Waspadai juga kontak palsu atau pertanyaan yang tidak relevan. Untuk penyaringan yang lebih terstruktur, kita bisa mempelajari metode BANT dalam artikel lead generation.

Catat Sumber Leads dengan Spreadsheet

Belum punya CRM? Tidak perlu buru-buru berlangganan software.

Google Sheets sudah cukup untuk membantu mencatat calon pelanggan yang masuk.

Buat beberapa kolom sederhana:

Jangan lupa tanyakan, “Tahu bisnis kami dari mana?”

Setelah beberapa minggu, kita bisa melihat kanal mana yang paling banyak menghasilkan calon pelanggan relevan.

Satu hal lagi, jangan biarkan pesan calon pelanggan terlalu lama tidak terjawab. Kecepatan respons juga bisa memengaruhi peluang penjualan. Saya pernah membahasnya dalam artikel mengapa marketing tidak menghasilkan penjualan.

Rencana Mendapatkan Leads dalam 30 Hari

Supaya tidak berhenti sebagai daftar tips, coba jalankan rencana berikut:

  • Minggu 1: Tentukan target pelanggan, rapikan profil bisnis, dan siapkan spreadsheet.
  • Minggu 2: Jalankan dua kanal pemasaran yang sudah dipilih.
  • Minggu 3: Evaluasi jumlah leads, sumbernya, dan kualitas pertanyaannya.
  • Minggu 4: Pertahankan kanal yang menghasilkan leads relevan dan perbaiki pendekatan yang belum efektif.

Kesimpulan

Mendapatkan leads tidak harus dimulai dengan strategi yang rumit atau anggaran besar.

Pilih dua cara yang paling masuk akal untuk bisnis kita, jalankan secara konsisten, dan catat hasilnya. Setelah 30 hari, kita akan punya gambaran yang lebih jelas tentang cara mana yang layak dipertahankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *